Hari Tani Nasional: Pemuda dan Masyarakat Klaten Dorong Inovasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan


  • 29 
  • Sunday, 27 September 2026 
  • Rizan

Hari Tani Nasional: Pemuda dan Masyarakat Klaten Dorong Inovasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

KLATEN — Barisan Muda Klaten (BMK) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Pemuda dan Masyarakat dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Klaten”. Kegiatan yang dipimpin Ketua BMK, Nanang Nuryanto, tersebut dihadiri sekitar 30 warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten.
FGD menjadi ruang bertukar gagasan dan mencari langkah konstruktif dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian. Pembahasan tidak hanya menyoroti persoalan yang dihadapi petani, tetapi juga mengangkat berbagai peluang inovasi yang dapat dikembangkan masyarakat, khususnya generasi muda.


Mahasiswi Unwidha, Septamiya, menyampaikan bahwa penguatan sektor pertanian membutuhkan sinergi antara masyarakat, generasi muda, dunia pendidikan, dan pemerintah. Menurutnya, edukasi pertanian perlu diarahkan pada pengembangan keterampilan dan kreativitas agar anak muda melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki peluang ekonomi dan masa depan.


Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi serta pengembangan produk turunan hasil pertanian. Pengolahan bahan pangan seperti singkong menjadi berbagai produk bernilai tambah dinilai dapat menjadi salah satu cara meningkatkan pendapatan sekaligus membuka peluang usaha baru di masyarakat.


Sementara itu, penggiat petani lokal Kecamatan Jatinom, Wiji Supriyanto, menekankan pentingnya regenerasi petani. Menurutnya, generasi muda perlu dikenalkan dengan dunia pertanian sejak dini melalui kegiatan agro-edukasi maupun pengenalan praktik pertanian yang kreatif dan modern.


Wiji juga mendorong penerapan sistem pertanian terpadu untuk meningkatkan produktivitas lahan. Budidaya tanaman produktif, tumpangsari, pemanfaatan lahan pekarangan, hingga integrasi budidaya lebah dapat dikembangkan sebagai bagian dari diversifikasi usaha pertanian.


Selain menghasilkan produk pertanian, inovasi juga dapat diarahkan pada pemanfaatan limbah dan bahan yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk ekonomi. Dengan kreativitas dan pendampingan yang tepat, masyarakat dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan sekaligus mengurangi limbah.


“Setiap kendala dan limbah sebenarnya dapat menjadi peluang apabila diolah secara kreatif dan tepat,” ujar Wiji.


Dalam diskusi tersebut, para peserta juga menilai bahwa pertanian perlu dibangun sebagai sektor yang menarik bagi generasi muda. Pemanfaatan teknologi, pemasaran digital, pengolahan hasil pertanian, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal menjadi peluang yang dapat terus dikembangkan.


Melalui kegiatan ini, BMK mendorong pemuda agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mengambil peran sebagai pelaku inovasi dan penggerak ekonomi berbasis pertanian.


Kolaborasi antara pemuda, petani, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah diharapkan dapat menciptakan ekosistem pertanian yang semakin kuat. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Kabupaten Klaten memiliki peluang untuk terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka lapangan usaha baru bagi generasi muda.