KDMP Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa, Isu Penggusuran Sekolah Dipastikan Tidak Benar



KDMP Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa, Isu Penggusuran Sekolah Dipastikan Tidak Benar

Pemerintah terus mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa. KDMP tidak hanya diarahkan sebagai tempat kegiatan koperasi, tetapi juga memiliki peran dalam penyaluran bantuan pemerintah, barang subsidi, serta menyerap hasil pertanian masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan KDMP nantinya menjadi salah satu infrastruktur pemerintah dalam menyalurkan berbagai bantuan dan barang subsidi kepada masyarakat desa.

Selain itu, KDMP juga diproyeksikan menjadi offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian seperti gabah dan jagung, terutama ketika harga komoditas berada di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menambahkan bahwa keuntungan koperasi diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan desa. Ia menyebut 20 persen keuntungan KDMP akan menjadi pendapatan asli desa, sementara bagian lainnya kembali kepada masyarakat desa.

Di tengah pengembangan program tersebut, muncul narasi di media sosial yang menyebut pembangunan KDMP dilakukan dengan menggusur sekolah. Namun, Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan informasi tersebut tidak benar.

Ferry mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung ke lapangan untuk memeriksa informasi yang beredar. Hasil pengecekan tersebut memastikan tidak ada penggusuran sekolah untuk pembangunan KDMP sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

Pemerintah pun menegaskan bahwa pembangunan KDMP tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan, fasilitas publik, serta kepentingan masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar sebelum memastikan kebenarannya.

Dengan demikian, KDMP diharapkan tidak hanya menjadi pembangunan fisik di desa, tetapi benar-benar mampu menggerakkan ekonomi, menyerap hasil produksi masyarakat, dan memberikan manfaat kembali kepada masyarakat desa.