Loading
SORONG, PAPUA BARAT DAYA — Anggota MPR RI Pdt. Mamberob Yosephus Rumakiek, S.Si., M.Kesos., menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di tengah masyarakat Papua. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Kelurahan Malagusa, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (19/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Mamberob menyampaikan kembali pentingnya memahami dan menjaga empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mamberob mengatakan, sosialisasi nilai-nilai kebangsaan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Anggota MPR di daerah pemilihan masing-masing. Dalam satu tahun, kegiatan tersebut dapat dilaksanakan hingga lima kali.
“Ini kegiatan rutin yang biasa dilakukan oleh anggota-anggota MPR di setiap dapil dan kami lakukan satu tahun itu bisa sampai lima kali,” ujar Mamberob.
Menurut Mamberob, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus mengingatkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia mengatakan, penguatan nilai kebangsaan perlu terus dilakukan di tengah berbagai persoalan sosial yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, seperti rendahnya toleransi, sikap saling tidak menghargai, kenakalan remaja, serta konflik yang berkaitan dengan SARA.
“Banyak sekali persoalan, gejolak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ya rendahnya toleransi, saling tidak menghargai satu dengan yang lain, tingkat kenakalan remaja, konflik-konflik SARA dan macam-macam,” katanya.
Dorong Toleransi dan Saling Menghormati
Dalam konteks kehidupan masyarakat di Papua, Mamberob menekankan pentingnya menjaga toleransi serta sikap saling menghargai dan menghormati di tengah perbedaan.
“Yang paling utama di tengah-tengah masyarakat kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini yang kita mau terus sosialisasi, menjaga agar nilai kebangsaan kita, toleransi kita akan terus ada untuk saling menghargai, menghormati sesama anak bangsa,” ujarnya.
Mamberob juga menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah persoalan di beberapa wilayah yang berkaitan dengan konflik dan kekerasan. Namun, menurut dia, terdapat persoalan tertentu yang berada di luar jangkauan masyarakat.
Ia menyebut pemerintah daerah dan aparat juga memiliki peran dalam menangani berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Generasi Muda Menjadi Perhatian
Selain mendorong toleransi di tengah masyarakat, Mamberob memberikan perhatian terhadap generasi muda. Menurutnya, penanaman nilai kebangsaan perlu dilakukan sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman mengenai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Untuk generasi muda kita, kita berusaha untuk mencegah mereka mendapatkan nilai-nilai yang lain daripada nilai-nilai kebangsaan kita atau belajar hal yang lain yang merusak masa depan mereka, tapi juga ikut merusak lingkungan sosial kita,” katanya.
Mamberob menambahkan, penanaman nilai kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Orang tua, sekolah, dan komunitas keagamaan juga memiliki peran dalam memberikan pemahaman serta keteladanan kepada generasi muda.
“Kita sebagai orang tua, sebagai orang dewasa yang lebih duluan ini juga patut menjadi contoh bagi anak-anak kita dengan mengajarkan nilai-nilai kebangsaan dari dalam rumah, di sekolah, dalam komunitas agama,” tuturnya.
Sosialisasi Dilaksanakan di Daerah Pemilihan
Mamberob menjelaskan, kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan dilaksanakan Anggota MPR di daerah pemilihan dan komunitas masing-masing.
Ia menyebut Anggota MPR dari Papua Barat Daya juga melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing.
“Kami anggota DPD dan anggota DPR di Papua Barat Daya, kami ada tujuh orang untuk anggota MPR. Jadi masing-masing kami akan melakukan di dapil, komunitas, kelompok kita masing-masing,” katanya.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kelurahan Malagusa, Kabupaten Sorong, tersebut menjadi bagian dari pertemuan Anggota MPR dengan masyarakat untuk menyampaikan kembali nilai-nilai kebangsaan serta mendorong sikap toleransi dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.