Warga Wormon Kokoda Masih Kesulitan Mendapatkan Air Bersih


  • 18 
  • Friday, 02 October 2026 
  • Bara

Warga Wormon Kokoda Masih Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Warga Wormon Kokoda Masih Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

SORONG — Masyarakat Kampung Wormon Kokoda, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Warga selama ini bergantung pada curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air minum.


Saat musim kemarau, warga yang mampu terpaksa membeli air. Sementara warga yang tidak mampu harus mengambil air dari kolam di sekitar rawa sagu yang berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari kampung.


Kepala Kampung Wormon Kokoda, Ari Syamsudin Namugur, mengatakan pemerintah kampung telah berupaya mencari sumber air melalui pengeboran menggunakan dana desa. Beberapa titik telah dibor hingga kedalaman hampir 200 meter, namun belum menghasilkan air yang layak untuk diminum.


"Memang ada air, tetapi hanya bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Untuk air minum tetap harus menunggu hujan," kata Ari.


Kondisi semakin sulit ketika kemarau. Warga terpaksa menggunakan air dari kolam di sekitar rawa sagu yang kedalamannya sekitar tiga hingga empat meter. Air tersebut berwarna cokelat seperti kopi susu, tetapi tetap digunakan untuk memasak dan minum karena tidak ada sumber air lain.


Sebelumnya, penyediaan air bersih juga pernah dilakukan melalui program Pamsimas. Namun, program tersebut tidak berjalan optimal karena jarak sumber air cukup jauh dan jaringan pipa mengalami kerusakan.


Ari berharap pemerintah daerah dapat membantu membangun jaringan air bersih hingga masuk ke kampung. Jika jaringan utama tersedia, pemerintah kampung akan berupaya melanjutkan pipanisasi ke rumah-rumah warga melalui dana desa.


Namun, keterbatasan dana desa membuat pembangunan jaringan dari sumber air yang jauh sulit dilakukan. Kondisi tersebut semakin menjadi tantangan di tengah efisiensi anggaran dan kebijakan Koperasi Desa Merah Putih.


Selain itu, hasil pengeboran di sejumlah titik juga belum menemukan sumber air yang layak. Bahkan, ada titik pengeboran yang menghasilkan air asin sehingga tidak dapat digunakan untuk minum maupun memasak.


Ari juga mengatakan belum mengetahui adanya bantuan tangki air yang disebut tersedia melalui pemerintah daerah atau DPRD.


"Saya belum tahu dan belum pernah melihat bantuan tangki itu sampai di kampung saya," ujarnya.


Ia berharap pemerintah daerah turun langsung melihat kondisi masyarakat dan memberikan solusi penyediaan air bersih yang berkelanjutan.


"Air bersih itu sumber kehidupan manusia. Kami berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan dan memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Kampung Wormon Kokoda," pungkas Ari.