Bantuan Pendidikan Masyarakat Adat Ring I Migas di Kabupaten Sorong Capai Rp1,68 Miliar


  • 21 
  • Wednesday, 16 September 2026 
  • Bara

Bantuan Pendidikan Masyarakat Adat Ring I Migas di Kabupaten Sorong Capai Rp1,68 Miliar

AIMAS — Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyalurkan bantuan pendidikan bagi masyarakat adat di wilayah migas Ring I. Pada 2026, bantuan tersebut dialokasikan sebesar Rp1.686.600.000 untuk penerima di enam distrik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Andreas Taa, mengatakan enam distrik yang masuk wilayah penerima bantuan pendidikan meliputi Aimas, Mayamuk, Salawati Selatan, Salawati Tengah, Seget, dan Klamono.

Menurut Andreas, hingga Senin (14/9/2026), bantuan telah disalurkan kepada masyarakat di lima distrik. Sementara penyaluran untuk Distrik Klamono masih menunggu data penerima.

“Data penerima berasal dari distrik atau LSM yang bekerja bersama masyarakat adat pemilik wilayah migas. Data itu divalidasi terlebih dahulu, kemudian diserahkan kepada Dinas Pendidikan untuk dicocokkan dengan Bank Papua, terutama nama dan nomor rekening,” kata Andreas di Kabupaten Sorong, Senin sore.

Ia menjelaskan, bantuan baru dapat disalurkan setelah seluruh data penerima dinyatakan sesuai. Namun, Andreas mengaku belum mengetahui penyebab data penerima dari Distrik Klamono belum diserahkan kepada pihaknya.

Yayasan Lembah Kladuk Kirim 15 Siswa ke Tomohon

Selain penyaluran bantuan pendidikan, Andreas juga menjelaskan program pendidikan yang dijalankan Yayasan Lembah Kladuk. Tahun ini, yayasan tersebut mengirim 15 siswa untuk melanjutkan pendidikan di SMA Katolik Santo Nikolaus, Tomohon, Sulawesi Utara.

Sebanyak 15 siswa tersebut terdiri atas satu siswa SMP dan 14 siswa SMA. Mereka dipilih melalui proses seleksi yang dilakukan yayasan bersama pihak sekolah.

Para siswa merupakan peserta program Kampung Inggris SMP Sain Papua di Kabupaten Sorong dan berasal dari sejumlah wilayah pedalaman.

Sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, para siswa mendapatkan pembinaan melalui program Kampung Inggris. Selama mengikuti program, mereka juga memperoleh fasilitas asrama, makan, dan minum.

Andreas mengatakan pembiayaan program mencakup kebutuhan pendidikan dan tempat tinggal, termasuk seragam serta les tambahan. Seluruh siswa yang direkrut merupakan anak-anak Suku Moi dari wilayah sasaran program.

“Program ini dimulai dari pendidikan dasar. Anak-anak dibina, kemudian melanjutkan ke jenjang berikutnya. Kami berharap pendampingan itu terus berjalan sampai mereka menyelesaikan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Lulusan Program Melanjutkan Pendidikan Tinggi
Andreas menyebut angkatan pertama program pembinaan tersebut telah menyelesaikan pendidikan. Sebanyak 11 lulusan mengikuti seleksi program afirmasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dari jumlah tersebut, enam orang diterima di Yogyakarta dan tiga orang di Makassar.

Ia mengatakan para siswa yang dikirim ke Tomohon juga menunjukkan hasil belajar yang baik selama mengikuti program pembinaan.

Selain melalui program Yayasan Lembah Kladuk, Andreas menyebut terdapat 26 anak yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi dan tersebar di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Ambon hingga Sumatera.

Dari 26 lulusan tersebut, 16 orang merupakan lulusan tahun 2026.

Bantuan Pendidikan Bersifat Subsidi
Andreas menegaskan bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah merupakan bentuk subsidi yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima serta ketersediaan anggaran.

Karena sifatnya sebagai bantuan, pemerintah tidak dapat menjamin setiap penerima memperoleh bantuan secara rutin setiap tahun.

“Bantuan pemerintah sifatnya subsidi atau bantuan. Tidak berarti setiap orang menerima bantuan setiap tahun. Selebihnya, pendidikan tetap menjadi tanggung jawab orang tua,” katanya.