Loading
SORONG – Persiapan Musyawarah pertama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Papua Barat Daya mulai dimatangkan.
Rapat teknis di Kota Sorong membahas keterlibatan petani, peternak, dan nelayan dalam agenda tersebut sekaligus upaya menghimpun aspirasi serta memperkuat pendampingan sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Nelwan Edison Hara, S.P., mengatakan musyawarah tersebut diharapkan menjadi wadah bersama bagi petani, peternak, dan nelayan untuk menyampaikan kebutuhan serta persoalan yang dihadapi di lapangan.
Menurutnya, keberadaan HKTI diharapkan dapat mempermudah koordinasi antara kelompok masyarakat dengan dinas teknis, terutama dalam pembinaan dan penyediaan sarana pendukung.
“Semua kepentingan petani, peternak dan nelayan kita harapkan dapat terakomodir dalam satu wadah, sehingga pendampingan dari dinas terkait bisa lebih mudah,” ujar Nelwan.
Ia menjelaskan, Dinas Pertanian Kota Sorong saat ini juga melakukan inventarisasi kelompok tani dan peternak. Pendataan tersebut diperlukan agar kelompok binaan dapat teridentifikasi dengan baik dan memudahkan pemerintah dalam memberikan pembinaan maupun bantuan.
Di sisi lain, menghadapi kondisi musim panas dan keterbatasan air, Dinas Pertanian Kota Sorong telah menyalurkan mesin pompa air kepada sejumlah kelompok tani yang dinilai memiliki tingkat kekeringan cukup tinggi.
Bantuan tersebut diprioritaskan untuk kelompok yang membutuhkan guna mengurangi risiko gagal panen dan menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Sorong Barat, khususnya kelompok petani hidroponik yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Bantuan pompa air dinilai membantu petani tetap melakukan budidaya tanaman selama musim panas.
“Dengan bantuan mesin pompa air, petani di Sorong Barat masih bisa membudidayakan tanaman seperti selada dan sayuran lainnya meskipun dalam kondisi musim panas,” jelasnya.
Nelwan mengakui jumlah bantuan mesin pompa air masih terbatas sehingga belum seluruh kelompok tani dapat terakomodir.
Karena itu, pihaknya akan terus membangun komunikasi dan kolaborasi serta memprogramkan kebutuhan sarana dan prasarana pertanian secara bertahap.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Sorong.