Loading
JAKARTA, 8 September 2026 — Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI Periode 2024–2026, Susana Florika Marianti Kandaimu, memilih tidak berpihak kepada salah satu pihak yang saat ini menyatakan diri sebagai mandataris pasca Kongres PMKRI di Ruteng.
Susana mengatakan sikap tersebut diambil untuk menjaga independensi sekaligus mencegah dinamika internal organisasi berkembang menjadi polarisasi di kalangan kader.
Ia juga menegaskan tidak akan menghadiri proses pelantikan dari kedua pihak sampai tersedia ruang penyelesaian bersama melalui mekanisme yang dapat diterima seluruh elemen Perhimpunan.
Menurut Susana, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui dialog terbuka agar tidak mengganggu keutuhan PMKRI.
Ia mendorong Senior PMKRI, Alumni PMKRI, dan Gereja Katolik untuk memfasilitasi forum bersama guna mempertemukan berbagai pihak, mengklarifikasi persoalan, dan mencari solusi yang dapat diterima bersama.
Susana juga menegaskan mandat yang saat ini dipegangnya tidak akan diberikan, dialihkan, maupun diserahkan kepada pihak mana pun. Ia menyebut sikap tersebut sebagai bentuk konsistensinya untuk tetap independen di tengah dinamika pasca kongres.
Di sisi lain, Susana meminta Pemerintah Pusat menahan diri dan tidak terburu-buru memberikan pengakuan atau menentukan keberpihakan kepada salah satu pihak sebelum persoalan internal PMKRI memperoleh penyelesaian bersama.
“Kita boleh berbeda dalam pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan persaudaraan,” kata Susana.
Ia mengajak seluruh kader PMKRI menjaga ketenangan, persaudaraan, dan komunikasi serta menjadikan dinamika pasca Kongres Ruteng sebagai momentum untuk memperkuat, bukan melemahkan, PMKRI.