Massa Front Rakyat Domberai Bubarkan Diskusi Papeda Summit di Sorong, Forum Dihentikan Saat Aksi Mem


  • 17 
  • Friday, 04 September 2026 
  • Bara

Massa Front Rakyat Domberai Bubarkan Diskusi Papeda Summit di Sorong, Forum Dihentikan Saat Aksi Mem

SORONG, PAPUA BARAT DAYA — Pelaksanaan Papeda Summit 2026 di Vega Hotel, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (4/9/2026), terganggu setelah massa Front Rakyat Domberai Tolak PSN dan Militerisme mendatangi lokasi kegiatan dan mendesak agar forum tersebut dihentikan.

Aksi tersebut menjadi sorotan karena berlangsung ketika rangkaian diskusi Papeda Summit tengah berjalan.
Massa membawa sejumlah tuntutan dan menyampaikan kritik terhadap agenda pembangunan di Tanah Papua, khususnya yang berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN), masyarakat adat, lingkungan, serta isu militerisme.

Diskusi Mendadak Dihentikan
Situasi di lokasi kemudian berdampak langsung terhadap jalannya forum.

Sekitar pukul 11.00 WIT, kegiatan diskusi dan penyampaian materi di dalam hotel dihentikan sementara. Penghentian dilakukan setelah Ketua Panitia Papeda Summit menginstruksikan forum untuk memberhentikan kegiatan ketika massa aksi masih menyampaikan aspirasi di sekitar kawasan hotel.

Belum ada penjelasan resmi secara rinci mengenai alasan penghentian tersebut maupun apakah kegiatan akan kembali dilanjutkan.
Namun, penghentian diskusi di tengah berlangsungnya aksi menunjukkan adanya tekanan situasi di lapangan yang tidak dapat diabaikan oleh penyelenggara.

Massa Pertanyakan Forum tentang Papua
Front Rakyat Domberai menilai pelaksanaan Papeda Summit di Sorong tidak boleh hanya menjadi ruang diskusi antarpemangku kepentingan tanpa menghadirkan secara bermakna suara masyarakat yang terdampak langsung oleh kebijakan pembangunan.

Massa mempertanyakan bagaimana berbagai agenda pembangunan di Papua dibicarakan ketika masyarakat adat dan kelompok masyarakat sipil masih menyuarakan kekhawatiran mengenai tanah adat, ruang hidup, lingkungan, PSN dan pendekatan keamanan.

Bagi massa, kritik tersebut bukan sekadar penolakan terhadap sebuah kegiatan, melainkan bagian dari tuntutan agar masyarakat Papua memiliki ruang yang lebih besar dalam menentukan arah pembangunan di wilayahnya sendiri.
“Papua Dibicarakan, Orang Papua Harus Didengar”
Aksi ini sekaligus memperlihatkan adanya kesenjangan pandangan antara forum kebijakan dan kelompok masyarakat sipil yang berada di luar ruang pertemuan.

Papeda Summit membawa isu-isu strategis mengenai Papua, tetapi di saat yang sama suara penolakan justru muncul di depan lokasi pelaksanaan forum.

Kondisi tersebut menjadi pertanyaan penting: sejauh mana forum yang membicarakan masa depan Papua mampu membuka ruang bagi suara yang berbeda, termasuk kritik dan penolakan dari masyarakat?

Massa menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi memengaruhi tanah, lingkungan, ruang hidup, dan masa depan masyarakat Papua.

Aparat Berjaga, Aksi Masih Berlangsung
Pantauan di sekitar lokasi menunjukkan aparat keamanan melakukan penjagaan di bagian depan Vega Hotel.
Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan selama aksi berlangsung.

Hingga berita ini ditulis, massa masih berada di sekitar lokasi dan terus menyampaikan aspirasi.
Situasi secara umum masih dalam pemantauan. Belum diperoleh keterangan resmi dari penyelenggara Papeda Summit maupun pihak keamanan mengenai langkah selanjutnya setelah kegiatan diskusi dihentikan.