Pemuda Muhammadiyah Desak Investigasi Dugaan Keracunan Siswa di Kota Sorong


  • 52 
  • Tuesday, 22 September 2026 
  • Bara

Pemuda Muhammadiyah Desak Investigasi Dugaan Keracunan Siswa di Kota Sorong

SORONG – Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Provinsi Papua Barat Daya mendesak Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa dan guru di SMP Muhammadiyah Al-Amin dan SD Muhammadiyah Kota Sorong.


Desakan tersebut disampaikan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Papua Barat Daya, Wiryawan Wisnubrata, di Kota Sorong, Sabtu (19/9/2026).


Wiryawan mengatakan, sejumlah siswa dari jenjang SMP dan SD di kompleks pendidikan Muhammadiyah mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Menurutnya, penghentian sementara penyaluran makanan saja tidak cukup. Satgas MBG dinilai perlu melakukan pemeriksaan dan investigasi mendalam terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pemasok makanan ke kedua sekolah tersebut.


«“Kami mendesak Satgas MBG Papua Barat Daya untuk segera melakukan investigasi secara menyeluruh atau mendalam berkaitan dengan SPPG yang menjadi penyuplai di dua titik tersebut,” kata Wiryawan.»


Ia menilai investigasi diperlukan untuk mengetahui secara jelas penyebab kejadian tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi guna mencegah kejadian serupa terulang di sekolah lain.


«“Harapan kami bukan hanya sekadar menutup sementara, tetapi benar-benar dilakukan investigasi mendalam. Ini sangat berbahaya dan harus menjadi pembelajaran bagi dapur-dapur atau SPPG yang lain,” ujarnya.»


Wiryawan menegaskan Pemuda Muhammadiyah tetap mendukung tujuan program MBG dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi para pelajar. Namun, pelaksanaan program tersebut, menurut dia, harus dibarengi penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, terutama menyangkut keamanan, kebersihan, pengolahan, dan kelayakan makanan.


«“Selain itu, segera mengevaluasi SOP dalam menyediakan makanan bergizi gratis. Kami berharap kasus ini menjadi yang terakhir dan tidak ada kasus-kasus keracunan lainnya di kemudian hari,” katanya.»


Ia berharap hasil investigasi nantinya dapat menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyediaan dan distribusi makanan MBG. Dengan demikian, keamanan dan kesehatan siswa sebagai penerima manfaat tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program tersebut.


Puluhan Siswa Mengalami Keluhan Kesehatan


Sebelumnya, Kepala Puskesmas Malanu, dr. Idam, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah siswa SMP Muhammadiyah Al-Amin mengalami keluhan kesehatan dengan gejala yang serupa.


«“Di sini banyak anak-anak yang mengalami keluhan yang sama, berupa mual, sakit perut, muntah, diare, bahkan disertai pusing,” kata Idam saat berada di SMP Muhammadiyah Al-Amin, Kilometer 10, Kota Sorong.»


Menurut Idam, terdapat sekitar 20 siswa atau lebih yang mengalami keluhan serupa. Beberapa di antaranya telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Ia menjelaskan, kesamaan gejala, waktu kejadian yang berdekatan, serta banyaknya siswa yang mengalami keluhan secara bersamaan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk melakukan penelusuran terhadap kemungkinan penyebabnya.


Salah satu hal yang turut diperiksa adalah makanan yang dikonsumsi bersama oleh para siswa, termasuk makanan dari program MBG yang dikonsumsi sebelumnya.


«“Gejala awal paling cepat dirasakan siswa pada sore hari dan yang terakhir sekitar subuh. Gejala yang paling banyak dirasakan adalah diare, kurang lebih empat sampai lima kali,” jelasnya.»


Idam menambahkan, sejumlah siswa bahkan harus berulang kali meminta izin kepada guru untuk pergi ke toilet saat proses belajar mengajar karena mengalami diare.


Puskesmas Malanu masih melakukan penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Sementara siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit.


«“Kami berusaha menangani semampunya, dan yang tidak bisa kami tangani akan kami rujuk ke rumah sakit. Semoga anak-anak dan murid-murid kita bisa segera sembuh,” pungkasnya.»