Program YESS-SI Dorong Pemuda Papua Barat Daya Berdaya Saing di Sektor Pertanian


  • 15 
  • Friday, 21 August 2026 
  • Bara

Program YESS-SI Dorong Pemuda Papua Barat Daya Berdaya Saing di Sektor Pertanian

Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service Selling Up Intervention (YESS-SI) yang merupakan program Kementerian Pertanian bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) diarahkan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kewirausahaan pemuda di wilayah pedesaan.


Dr. Mikhael, S.P., M.Si., Wakil Direktur II Polbangtan Manokwari yang dalam program tersebut bertindak sebagai Manajer YESS-SI untuk wilayah Papua dan Papua Barat Daya, menjelaskan bahwa YESS-SI memiliki dua sasaran utama, yakni pemuda desa yang belum bekerja serta pemuda yang memiliki minat mengembangkan usaha di bidang pertanian.


“Program ini intinya adalah bagaimana pemuda di kampung tidak menganggur. Mereka difasilitasi melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi agar memiliki bekal untuk mendapatkan pekerjaan,” ujar Dr. Mikhael.


Menurutnya, pemuda yang belum memiliki pekerjaan akan diberikan pelatihan sesuai kebutuhan sektor pertanian. Salah satu contohnya adalah pelatihan menjadi operator alat dan mesin pertanian (alsintan), yang kemudian dilanjutkan dengan sertifikasi kompetensi dan fasilitasi akses kepada perusahaan atau industri pertanian yang membutuhkan tenaga kerja.


Sementara itu, bagi pemuda yang telah memiliki usaha pertanian dan ingin mengembangkannya, YESS-SI memberikan pendampingan melalui pelatihan manajemen bisnis, literasi keuangan, pelatihan teknis serta dukungan investasi atau modal usaha sesuai ketentuan program.


“Kalau ada anak muda yang berminat membuka usaha sendiri, misalnya hidroponik, mereka diberikan pendampingan teknis dan dukungan investasi. Harapannya usaha tersebut berkembang dan nantinya juga dapat membuka lapangan kerja bagi pemuda lainnya,” jelasnya.


Dr. Mikhael menyebutkan, pelaksanaan program di Papua Barat Daya salah satunya menyasar Kabupaten Sorong. Berdasarkan pemetaan awal, terdapat potensi sekitar 15.000 calon penerima manfaat di Kabupaten Sorong, baik pemuda yang sedang mencari pekerjaan maupun yang telah atau berminat mengembangkan usaha pertanian.

Tahapan selanjutnya akan dilakukan melalui pemetaan potensi pemuda berdasarkan distrik, jenis kelamin, serta bidang usaha yang diminati, seperti hortikultura dan peternakan. Selain itu, potensi lulusan perguruan tinggi bidang pertanian juga akan dipetakan untuk mendukung program sebagai fasilitator muda maupun penerima manfaat.

“Setelah sosialisasi ini, kami masih menunggu pedoman dan petunjuk teknis dari NPMU. Selanjutnya potensi anak-anak muda akan dipetakan secara lebih rinci di setiap distrik,” katanya.

Ia menegaskan, program YESS-SI tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena pembiayaannya berasal dari kerja sama Kementerian Pertanian dengan IFAD.

Program tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan. Setelah pelaksanaan program berakhir, hasil kegiatan akan dilaporkan kepada IFAD dan pemerintah daerah sebagai bahan untuk melanjutkan pembinaan terhadap pemuda tani yang telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi.

“Harapannya, setelah program selesai, pemerintah daerah dapat melanjutkan pembinaan sehingga program pemberdayaan pemuda tidak terputus,” pungkas Dr. Mikhael.