Peringati HUT ke-8, Bawaslu Pidie Jaya Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Penanaman Pohon


  • 17 
  • Saturday, 15 August 2026 
  • Rahmat

Peringati HUT ke-8, Bawaslu Pidie Jaya Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Penanaman Pohon

Pidie Jaya – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Bawaslu Kabupaten Pidie Jaya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Pidie Jaya menggelar kegiatan sosial berupa Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi masyarakat serta penanaman pohon di kawasan Kota Meureudu, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Bawaslu Kabupaten Pidie Jaya, Fajri M. Kasem, dan turut dihadiri Bendahara Bawaslu Pidie Jaya Mahfuzzal, S.H., Anggota Bawaslu Pidie Jaya Yusra Hayati, Koordinator Sekretariat Bawaslu Pidie Jaya T. Dian, S.E., serta Kepala Puskesmas Meureudu dr. Misrawati Sofyan bersama tim kesehatan.
Ketua Bawaslu Pidie Jaya, Fajri M. Kasem, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-8 Bawaslu Pidie Jaya yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal kelembagaan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut diwujudkan melalui dua agenda utama, yakni penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan Puskesmas Meureudu.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Bawaslu tidak hanya hadir dalam konteks pengawasan pemilu, tetapi juga berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung,” ujarnya.

Penanaman pohon dilakukan sebagai upaya mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang hijau, sehat dan berkelanjutan. Sementara pemeriksaan kesehatan gratis diarahkan untuk memberikan akses pelayanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kepala Puskesmas Meureudu, dr. Misrawati Sofyan, menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kedekatan antara pelayanan kesehatan dengan masyarakat.
Ia menilai kegiatan sosial tersebut memiliki makna tersendiri karena dilaksanakan bertepatan dengan momentum HUT Bawaslu Pidie Jaya sekaligus menjelang peringatan Hari Damai Aceh ke-21, yang menandai 21 tahun perjalanan perdamaian Aceh sejak penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.

“Momentum ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan sosial, sekaligus memperingati HUT Bawaslu Pidie Jaya dan Hari Damai Aceh,” kata Misrawati.

Peringatan HUT Bawaslu tahun ini mengusung tema “Bawaslu Berintegritas, Pemilu Berkualitas” dengan semangat “Berdiri Menjaga Demokrasi”. Tema tersebut menegaskan pentingnya integritas lembaga pengawas pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu.

Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan sosial di tengah masyarakat dinilai menjadi salah satu upaya Bawaslu Pidie Jaya memperkuat penerimaan publik terhadap kelembagaan pengawas pemilu. Pendekatan melalui kegiatan lingkungan dan pelayanan kesehatan juga membuka ruang interaksi langsung antara jajaran Bawaslu dengan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus memiliki nilai strategis karena dilaksanakan pada momentum Hari Damai Aceh. Kehadiran lembaga negara bersama masyarakat melalui kegiatan sosial diharapkan dapat memperkuat suasana kondusif dan menjaga semangat perdamaian di Pidie Jaya.

Meski demikian, keterlibatan fasilitas pelayanan pemerintah dalam kegiatan tersebut perlu tetap ditempatkan dalam koridor pelayanan sosial dan kerja sama kelembagaan. Hal tersebut penting agar kegiatan tidak menimbulkan persepsi adanya pemanfaatan fasilitas pelayanan publik untuk kepentingan di luar tujuan sosial yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan penanaman pohon tersebut, Bawaslu Pidie Jaya berupaya menjadikan peringatan HUT ke-8 bukan sekadar seremoni kelembagaan, tetapi momentum untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan kehadiran Bawaslu dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.