Sektor Hulu Kopi Papua Menjanjikan: Kopi Tangma Raih Juara 2 di Jogja Coffee Week 6 2026



Sektor Hulu Kopi Papua Menjanjikan: Kopi Tangma Raih Juara 2 di Jogja Coffee Week 6 2026

YOGYAKARTA — Keberhasilan Kopi Arabika Tangma menyabet Juara 2 Green Beans Jogja Coffee Week 6 2026 menegaskan posisi Papua Pegunungan sebagai salah satu penghasil kopi specialty terbaik di Indonesia. Potensi pasar komersial kopi ini terbukti nyata dalam sesi lelang resmi, di mana varietas Papua Pegunungan Natural Klasik olahan Mama Yonce berhasil dipinang oleh Erwin dari MORS Roastery dengan angka lelang tertinggi senilai Rp6.500.000,-.

Kemenangan lelang ini membuktikan skema kemitraan direct trade antara roaster dan petani lokal mampu menciptakan nilai tambah (added value) yang berkeadilan bagi sektor hulu.

Yonce Elo Yelemaken, pengelola kebun Kopi Tangma, mengungkapkan bahwa seluruh proses di kebun seluas 4–5 hektar tersebut mengandalkan varietas Arabika Typica yang dibudidayakan secara 100% organik tanpa bahan kimia sintetis. Panen dilakukan dengan sistem petik merah selektif (manual hand-picked). Kendala terbesar terletak pada ketiadaan sarana pengeringan modern dan belum adanya program bantuan sarana dari pemerintah daerah maupun provinsi.

"Industri kopi di hilir berkembang sangat pesat dengan menjamurnya kedai kopi anak muda. Transaksi lelang bersama MORS Roastery sebesar Rp6,5 juta ini adalah contoh nyata bagaimana industri hilir memberi nilai apresiasi pantas untuk keringat petani di hulu. Kesejahteraan petani harus sebanding dengan kerja keras yang dikeluarkan," jelas Mama Yonce.

Ia menyayangkan belum hadirnya perhatian atau program pendampingan konkret dari pemerintah daerah maupun provinsi dalam menyediakan infrastruktur dasar pengolahan kopi. Kemenangan kompetisi dan kesuksesan lelang ini diharapkan menjadi momentum evaluasi agar kebijakan pertanian daerah lebih berpihak pada pemberdayaan petani lokal serta kelompok perempuan tani.

Mama Yonce berpesan agar ekosistem kopi nasional terus membangun kolaborasi yang adil antara roaster, pelaku industri hilir, dan petani hulu demi keberlanjutan industri kopi Indonesia di masa depan.