Petani Klawosom Praktik Grafting Kembangkan Bibit Tanaman Buah Unggul


  • 17 
  • Monday, 21 September 2026 
  • Faizan

Petani Klawosom Praktik Grafting Kembangkan Bibit Tanaman Buah Unggul

KLAMONO — Kelompok tani Klawosom Distrik Klamono mempraktikkan teknik grafting tanaman buah unggul bersama Tim Ekspedisi Patriot 4 Universitas Brawijaya pada Sabtu 19 September 2026. Kegiatan ini bertujuan ciptakan kemandirian bibit unggul lokal.

Kegiatan pendampingan agroforestri intensif di kawasan transmigrasi ini diikuti oleh sekitar empat puluh lima peserta dari berbagai kampung.

Para peserta tersebut berasal dari Kampung Klawosom, Wariyau, Mlais, dan Wonosari yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Peserta dari kelompok tani Kuk Mala Fai Tunas Muda, Olom Fagu, dan Kelompok Wanita Tani Sinagi mendapat pendampingan langsung selama proses praktik.

Teknik sambung pucuk atau grafting diperkenalkan sebagai metode perbanyakan tanaman dengan menggabungkan batang bawah adaptif dan tunas tanaman induk unggul.

Metode ini dinilai sangat membantu dalam menghasilkan tanaman yang lebih cepat berbuah sekaligus mempertahankan sifat unggulan dari tanaman induknya.

Dalam sesi praktik tersebut seluruh peserta diajarkan cara memilih bahan baku yang tepat hingga metode merawat hasil sambungan tanaman secara mandiri.

"Kemampuan memperbanyak bibit secara mandiri dapat membuka peluang bagi kelompok tani untuk menghasilkan dan mengembangkan bibit tanaman unggul sesuai kebutuhan," ujar Syamsul Arifin.

Sejumlah peserta bahkan langsung mencoba kembali teknik tersebut secara mandiri menggunakan tunas yang tersedia di Rumah Persemaian Bina Brawijaya.

Beberapa petani juga antusias meminta hasil praktik sambung pucuk yang telah mereka buat untuk dibawa pulang dan dirawat di pekarangan rumah masing-masing.

Hal tersebut menunjukkan bahwa materi pendampingan yang diberikan telah sukses dipraktikkan sebagai keterampilan terapan dan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata.

Panduan kegiatan ini mengacu pada modul buku saku praktis teknik sambung vegetatif tanaman buah yang disusun oleh tim ahli Syamsul Arifin dan Muhammad Harun Rasyid.

Melalui pendampingan berkelanjutan masyarakat diharapkan tidak hanya sekadar menanam tetapi juga mumpuni dalam menyiapkan serta memperbanyak komoditas pertanian di lahan mereka.






Ketua Tim Ekspedisi Patriot 4 Syamsul Arifin mengatakan bahwa keterampilan pertanian ini diharapkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setempat.