Art & Bali 2026 Hadirkan 300 Seniman, Perkuat Ekosistem Seni Indonesia di Kancah Global


  • 10 
  • Saturday, 12 September 2026 
  • Madha

Art & Bali 2026 Hadirkan 300 Seniman, Perkuat Ekosistem Seni Indonesia di Kancah Global

Nuanu Creative City hadirkan edisi kedua Art & Bali, sebagai ruang pertemuan bagi seni, desain, dan budaya di Bali. Edisi tahun ini menghadirkan 23 galeri dan ruang seni, lebih dari 300 seniman, serta sebuah pameran utama yang mempertemukan para kreator dari India dan Indonesia untuk mengeksplorasi satu pertanyaan: apa yang diwariskan tubuh melalui kerja dan keterampilan tangan.

“Ekosistem kreatif dibangun melalui koneksi dan rasa ingin tahu, dan seni memiliki kemampuan unik untuk mempertemukan orang. Di Nuanu, peran kami adalah menciptakan sebuah platform yang memungkinkan orang untuk menemukan hal-hal baru, mendapatkan inspirasi, kembali, berkolaborasi, dan membangun sesuatu secara berkelanjutan.

Melalui Art & Bali, kami ingin mengarahkan perhatian internasional yang dimiliki Bali kepada kekuatan seni Indonesia, sekaligus mempererat hubungan antara industri kreatif dan pembangunan. Kami percaya pembangunan harus turut merawat, mempromosikan, dan mendukung seni — karena menciptakan tempat yang bertahan bukan hanya soal ruang fisik, tetapi juga menghadirkan keindahan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City.

Dibuka secara resmi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, penyelenggaraan Art & Bali edisi kedua berlangsung pada 11 hingga 13 September di kawasan Nuanu Creative City seluas 44 hektare. Alih-alih berlangsung di dalam sebuah gedung konvensi, presentasi galeri hadir berdampingan dengan instalasi khusus, pertunjukan, serta berbagai program publik yang tersebar di kawasan Nuanu.

“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa di bidang seni, mode, kriya, dan desain. Peluang yang kita miliki saat ini adalah membangun hubungan yang lebih kuat antara berbagai praktik tersebut, audiensnya, dan pasar yang lebih luas” ujar Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Penyelenggaraan perdana pada 2025 menjadi fondasi bagi format tersebut. Tahun ini, Art & Bali memperluas jangkauannya dengan menghadirkan desainer, kurator, kolektor, serta pemimpin budaya dari India, Asia Tenggara, dan berbagai wilayah lain dalam tiga hari program yang berangkat dari satu pertanyaan utama: bagaimana praktik-praktik kreatif yang tumbuh secara terpisah dapat dibaca dan dipahami secara berdampingan saat ini?

Pertanyaan tersebut menjadi benang merah tema berkelanjutan Art & Bali, Bridging Dichotomies—yang mempertemukan tradisi dan modernitas, alam dan teknologi, serta kriya dan pasar—sekaligus membentuk program yang mencakup seni kontemporer, mode, budaya material, dan dialog publik.