Cipayung Plus Palembang Gelar Nobar dan Diskusi Film Semakin Ditekan Semakin Melawan


  • 15 
  • Wednesday, 30 September 2026 
  • Dimas

Cipayung Plus Palembang Gelar Nobar dan Diskusi Film Semakin Ditekan Semakin Melawan

PALEMBANG — Kelompok Cipayung Plus Palembang yang terdiri dari PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, dan LMND menginisiasi kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film Semakin Ditekan Semakin Melawan yang diproduksi oleh Koreksi.org.

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi dan dialog bersama bagi organisasi kemahasiswaan dan masyarakat sipil untuk membicarakan kebebasan berekspresi, ruang demokrasi, keberanian menyampaikan kritik, serta pentingnya menjaga ruang publik agar tetap terbuka bagi berbagai gagasan dan pandangan.

Tidak berhenti pada pemutaran film dan diskusi, kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi Palembang untuk Kebebasan Berekspresi dan Ruang Sipil yang dibacakan secara bersama oleh perwakilan Cipayung Plus Palembang.

Deklarasi ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga ruang sipil sebagai ruang yang aman bagi masyarakat dalam menyampaikan pendapat, melakukan kritik, bertukar gagasan, serta memperjuangkan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab.

Film Semakin Ditekan Semakin Melawan menjadi pemantik diskusi untuk melihat bagaimana tekanan terhadap kebebasan berekspresi dapat memengaruhi kehidupan masyarakat sipil. Para peserta kemudian mendiskusikan pentingnya keberanian menyampaikan kritik sekaligus menjaga agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik dan kekerasan.

Cipayung Plus Palembang menegaskan bahwa perbedaan perspektif di antara organisasi mahasiswa bukan menjadi alasan untuk saling berhadapan. Sebaliknya, perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun ruang dialog yang sehat dan memperkaya perspektif dalam membaca berbagai persoalan sosial.

Melalui deklarasi tersebut, Cipayung Plus Palembang menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan kebebasan berpikir secara bertanggung jawab, menolak intimidasi, ancaman, dan kekerasan dalam menyikapi perbedaan pandangan, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami boleh berbeda pandangan, tetapi tidak boleh saling membungkam. Kami boleh berbeda sikap, tetapi tetap dapat berdialog. Karena ruang demokrasi harus dijaga bersama,” menjadi pesan utama dalam deklarasi tersebut.

Cipayung Plus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya demokrasi yang tidak hanya berhenti pada perbedaan pendapat, tetapi mampu menghadirkan ruang dialog yang terbuka, kritis, dan saling menghormati.

Menurut Cipayung Plus Palembang, mahasiswa memiliki posisi penting dalam menjaga tradisi intelektual dan ruang publik. Kritik terhadap berbagai persoalan sosial maupun kebijakan publik merupakan bagian dari peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan bagian dari masyarakat sipil.

Namun, kebebasan tersebut juga harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab, penghormatan terhadap hak orang lain, serta komitmen untuk menyampaikan gagasan secara damai dan konstruktif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari agenda bersama Cipayung Plus Palembang dalam memperkuat ruang diskusi lintas organisasi, mempertemukan berbagai perspektif, serta membangun tradisi intelektual yang terbuka di Kota Palembang.

Deklarasi kemudian ditutup dengan komitmen bersama:

“Bebas berbicara. Bebas berdiskusi. Bebas berbeda. Saling menghormati. Menolak kekerasan dan intimidasi.”

Melalui momentum tersebut, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, dan LMND yang tergabung dalam Cipayung Plus Palembang menegaskan pentingnya menjaga ruang sipil agar tetap menjadi tempat tumbuhnya gagasan, kritik, dialog, dan partisipasi masyarakat.

Palembang, [29 September 2026]

CIPAYUNG PLUS PALEMBANG
PMII – GMNI – GMKI – PMKRI – LMND