Loading
SORONG — Festival Budaya Malamoi 2026 resmi digelar di Hotel Aquarius, Jalan Nangka, Kelurahan Malagusa, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dan komunitas budaya dalam melestarikan serta mengembangkan seni dan budaya Suku Moi.
Festival yang berlangsung hingga 19 September 2026 itu melibatkan 14 sanggar seni di Kabupaten Sorong. Sejumlah kegiatan seni dan budaya turut digelar, di antaranya perlombaan Yospan, tari kreasi, serta musik akustik.
Wakil Bupati Sorong, H. Sutejo, S.Pd., membuka secara resmi Festival Budaya Malamoi 2026.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Menurut Sutejo, pelestarian budaya juga perlu dilakukan melalui pembinaan generasi muda, termasuk dengan memperkuat pendidikan adat. Selain menjadi ruang ekspresi seni, festival budaya diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pengembangan sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sorong.
“Kegiatan seperti ini penting untuk menjaga budaya lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan budaya daerah,” demikian pokok sambutan Wakil Bupati Sorong.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Sorong sekaligus Ketua LMA Malamoi Sorong Raya, Silas Kalami, menyampaikan bahwa Festival Budaya Malamoi 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memajukan, melestarikan, dan mempromosikan kebudayaan lokal, khususnya budaya Suku Moi.
Selain festival seni, rangkaian kegiatan juga mencakup pelantikan Seniman Wombik, Komunitas Bahasa dan Sastra Moi, serta Komunitas Noken for Moi Day Kabupaten Sorong. Pembentukan dan penguatan komunitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kelembagaan masyarakat dalam menjaga bahasa, sastra, seni, dan budaya Moi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Andreas Taa, S.Ag., perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Anggota MRP Papua Barat Daya Frits Syafle, Kabid Destinasi dan Pariwisata Kabupaten Sorong Murtoyo, serta sejumlah kepala distrik, tokoh adat, pimpinan sanggar seni dan komunitas budaya.
Festival Budaya Malamoi 2026 menggunakan sumber dana Dana Otonomi Khusus (Otsus) Migas Tahun Anggaran 2026 bidang kebudayaan.
Pelaksanaan kegiatan diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga mempersiapkan sanggar-sanggar seni di Kabupaten Sorong untuk berpartisipasi dalam berbagai ajang seni dan budaya.
Dengan melibatkan komunitas, sanggar seni, pemerintah daerah, serta tokoh adat, Festival Budaya Malamoi 2026 diharapkan dapat memperkuat eksistensi budaya Moi sekaligus memperluas promosi kebudayaan Kabupaten Sorong kepada masyarakat.