Kasus ISPA di Kabupaten Sorong Capai 9.200, Dinkes Imbau Warga Gunakan Masker


  • 23 
  • Monday, 05 October 2026 
  • Bara

Kasus ISPA di Kabupaten Sorong Capai 9.200, Dinkes Imbau Warga Gunakan Masker

SORONG — Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong mencatat sekitar 9.200 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak Januari hingga saat ini. Kasus tersebut terus dipantau setiap pekan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (5/10/26).


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, Agustinus H. Wabia, S.KM., M.Kes, mengatakan ISPA menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).


“Setiap minggu kita pantau penyakit-penyakit yang berpotensi kejadian luar biasa, salah satunya adalah ISPA,” ujar Agustinus.


Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah kasus tertinggi dalam satu minggu terjadi pada minggu pertama Januari, yakni mencapai 485 kasus. Sementara itu, perkembangan kasus pada beberapa pekan terakhir masih mengalami fluktuasi.


Agustinus mengatakan data terbaru untuk minggu berjalan masih dalam proses pembaruan. Data tersebut akan diperbarui setelah proses pelaporan dari fasilitas pelayanan kesehatan selesai.


Kasus September Hampir 1.000


Khusus pada September, jumlah kasus ISPA yang tercatat di Kabupaten Sorong mencapai hampir 1.000 kasus.


Meski demikian, Dinas Kesehatan belum dapat langsung menyimpulkan peningkatan tersebut sebagai kejadian luar biasa. Penetapan KLB harus melihat perbandingan dengan data kasus pada periode sebelumnya.


“Kalau kita lihat kasus ini, harus dibandingkan dengan kasus yang lalu. Baru kita bisa melihat apakah sudah menjadi kejadian luar biasa,” kata Agustinus.


Untuk mencegah peningkatan kasus, Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong telah menerbitkan surat edaran kepada masyarakat. Dinkes juga melakukan pembagian masker sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan.


Masyarakat diimbau menggunakan masker, khususnya ketika berada di luar ruangan dalam kondisi kualitas udara yang kurang baik.


Selain itu, warga diminta tidak membakar sampah sembarangan. Asap dari pembakaran sampah, debu, dan kondisi panas yang berkepanjangan dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.


“Kita sudah mengimbau masyarakat untuk jangan membakar sampah karena asapnya akan mengganggu dan berdampak terhadap gangguan pernapasan,” ujarnya.


Kesiapan Puskesmas Ditingkatkan


Dinas Kesehatan juga meningkatkan kesiapan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Koordinasi dilakukan dengan bagian farmasi untuk memastikan ketersediaan masker di fasilitas pelayanan kesehatan.


Menurut Agustinus, langkah tersebut dilakukan agar masker dapat tersedia apabila masyarakat membutuhkan, sekaligus mendukung imbauan penggunaan masker sebagai bagian dari upaya pencegahan.


Selain itu, tim promosi kesehatan dan Puskesmas akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan gangguan pernapasan.


Dinkes juga memastikan kebutuhan logistik pelayanan kesehatan telah dipersiapkan sebagai bagian dari kewaspadaan menghadapi kemungkinan peningkatan kasus.


Tidak Semua Kasus Tercatat


Agustinus menjelaskan, angka sekitar 9.200 kasus tersebut merupakan kasus yang tercatat dan dilaporkan melalui fasilitas pelayanan kesehatan, terutama Puskesmas.


Dengan demikian, jumlah tersebut belum tentu menggambarkan seluruh masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan. Sebagian warga kemungkinan tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena kondisi yang dialami masih tergolong ringan.


“Yang kita sampaikan itu yang terlaporkan, yang datang ke Puskesmas. Mungkin ada yang mengalami gangguan, tetapi tidak melaporkan ke fasilitas pelayanan kesehatan karena kondisinya masih baik,” katanya.


Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika diperlukan, menghindari pembakaran sampah, serta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.


Dengan pemantauan kasus secara berkala dan penguatan upaya pencegahan, Dinkes berharap peningkatan kasus ISPA dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.