Abu Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan


  • Monday, 07 September 2026 
  • Tania

Abu Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan

Penghentian operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau berdampak besar terhadap aktivitas penerbangan di sejumlah bandara. Sebanyak 2.961 penerbangan dan sekitar 341.000 penumpang ikut terdampak.

Penghentian operasional telah diberlakukan sejak Minggu (6/9/2026) di sejumlah bandara, di antaranya Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, dan Bandara Husein Sastranegara.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan penghentian operasional tersebut berdampak terhadap hampir 3.000 penerbangan.

"Ada 2.961 penerbangan yang terdampak, di antaranya adalah 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional," ujar AHY di Posko Terpadu Bandara Soekarno-Hatta, Senin (7/9/2026) sore.

AHY mengatakan gangguan penerbangan tersebut turut berdampak terhadap sekitar 341.000 penumpang. Mereka antara lain merupakan penumpang yang masih menunggu di sejumlah bandara maupun calon penumpang yang harus membatalkan penerbangannya akibat penghentian operasional.

Pemerintah memastikan calon penumpang yang terdampak dapat mengajukan pengembalian tiket atau refund. "Terima kasih Pak Menhub dan teman-teman lainnya berupaya agar pertama, yang refund itu 100% harus dikembalikan baik secara online maupun datang langsung ke bandara," kata AHY.

Menurut AHY, kebijakan pengembalian dana penuh tersebut juga telah disampaikan kepada penyedia layanan perjalanan daring atau online travel agent (OTA). Pemerintah meminta OTA turut memastikan kebijakan refund 100% tersebut dapat diterapkan bagi calon penumpang yang terdampak.

Selain pengembalian tiket, pemerintah juga menyiapkan alternatif transportasi darat untuk membantu mobilitas penumpang. Transportasi tersebut disediakan bagi penumpang yang harus menggunakan bandara alternatif maupun penumpang yang telah mendarat di bandara tertentu tetapi perlu melanjutkan perjalanan menuju Jakarta atau daerah lainnya.

"Disiapkan sarana transportasi darat menggunakan bus, jadi Damri, termasuk juga kereta berarti KAI di kota-kota tadi yang bisa digratiskan juga tentunya bagi masyarakat yang harus akhirnya mendarat di bandara-bandara tadi menuju ke Jakarta atau sebaliknya," jelas AHY.

Penyediaan transportasi darat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani dampak penghentian operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau. Dengan langkah tersebut, pemerintah berupaya memastikan penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan meskipun sejumlah rute penerbangan mengalami penghentian sementara.

Sumber: beritasatu.com