Krisis Air Bersih Melanda Warmon Kokoda, BMP RI Salurkan 15 Ribu Liter untuk Warga


  • 17 
  • Sunday, 30 August 2026 
  • Bara

Krisis Air Bersih Melanda Warmon Kokoda, BMP RI Salurkan 15 Ribu Liter untuk Warga

KABUPATEN SORONG, Papua Barat Daya — Krisis air bersih melanda masyarakat Kampung Warmon Kokoda, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong.

Di tengah kemarau panjang yang membuat sumber air semakin sulit diperoleh, Barisan Merah Putih (BMP) Republik Indonesia turun tangan dengan menyalurkan 15 ribu liter air bersih kepada warga, Sabtu (29/8/2026).

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir harus berjuang mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Minimnya curah hujan membuat sumber air yang selama ini menjadi andalan warga semakin terbatas. Kondisi ini memaksa sebagian masyarakat mencari sumber air alternatif di sekitar kampung.


Bahkan, warga terpaksa mengambil air dari endapan rawa dan lubang-lubang galian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Ketua BMP RI Kabupaten Sorong, Imanuel Mobalen, mengatakan bantuan 15 ribu liter air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat Warmon Kokoda yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.


«“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian kami kepada masyarakat Warmon Kokoda yang saat ini sangat membutuhkan air bersih. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga di tengah kondisi kemarau panjang,” ujar Imanuel Mobalen.»


Ia berharap kondisi kekurangan air bersih yang dialami masyarakat mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun instansi lainnya.


Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga persoalan tersebut perlu segera ditangani, terlebih jika kondisi kemarau panjang masih terus berlangsung.


Salah satu warga Kampung Warmon Kokoda, Kamsila Kasira, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan BMP RI.


Ia berharap bantuan serupa dapat kembali diberikan kepada masyarakat, termasuk adanya perhatian dari instansi pemerintah maupun pihak lainnya.


«“Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan air ini. Selama ini kami sangat kesulitan air bersih. Kami juga sangat mengharapkan bantuan dari instansi lain, kasihan kami,” kata Kamsila kepada media ini.»


Kamsila mengungkapkan, Kampung Warmon Kokoda sebenarnya memiliki sumur bor. Namun, air yang dihasilkan terasa asin sehingga dinilai tidak layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Akibatnya, warga masih bergantung pada sumber air lainnya yang semakin sulit diperoleh selama musim kemarau.


Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih menjadi sangat berarti bagi masyarakat. Warga pun berharap persoalan keterbatasan air bersih di Kampung Warmon Kokoda tidak hanya mendapat perhatian sesaat, tetapi juga solusi jangka panjang agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

Dadi Lae Monang Papuabaratpos