Pemkab Sorong Perkuat Pokdarwis dan Petakan 16 Destinasi Wisata


  • 28 
  • Friday, 18 September 2026 
  • Bara

Pemkab Sorong Perkuat Pokdarwis dan Petakan 16 Destinasi Wisata

AIMAS — Pemerintah Kabupaten Sorong terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dengan memperkuat kapasitas masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta memetakan 16 Destinasi Tujuan Wisata (DTW) yang tersebar di sejumlah wilayah.
Upaya tersebut ditandai dengan pengukuhan dan pelatihan Pokdarwis dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola daya tarik wisata Kabupaten Sorong yang berlangsung di Aimas, Jumat (18/9/2026).

Wakil Bupati Sorong, H. Sutedjo, S.Pd., mengatakan pengembangan pariwisata tidak harus selalu dimulai dari destinasi berskala besar. Menurutnya, potensi wisata yang terdapat di tengah masyarakat dapat dikembangkan menjadi daya tarik apabila dikelola dengan baik.

“Sekecil apa pun potensi yang ada, apabila dikelola dengan baik, maka akan menjadi daya tarik bagi masyarakat umum,” kata Sutedjo.

Ia mengatakan meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan potensi wisata. Sementara pemerintah melalui Dinas Pariwisata memberikan pendampingan, fasilitasi dan pelatihan.

“Dinas Pariwisata hanya mendampingi, memfasilitasi, dan melatih. Yang mengerjakan adalah masyarakat di tempat itu,” ujarnya.

Sutedjo berharap peningkatan kapasitas Pokdarwis dapat membantu masyarakat mengelola potensi wisata di wilayah masing-masing sekaligus membuka peluang ekonomi dari aktivitas pariwisata.

Petakan 16 Destinasi Wisata

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong, Hendrik Momot, S.T., M.Sc., mengatakan pemerintah daerah telah memetakan 16 Destinasi Tujuan Wisata (DTW) sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata.

Menurut Hendrik, pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi setiap wilayah dan menyusun arah pengembangan destinasi secara lebih terencana.

Ke-16 DTW tersebut dikelompokkan ke dalam empat klaster kawasan, yakni Wilayah Utara, Wilayah Kota Emas, Wilayah Pesisir Selatan, serta Wilayah Timur yang mencakup Klamono, Sayosa dan wilayah sekitarnya.

Hendrik mengatakan Kabupaten Sorong masih berada dalam tahap awal pengembangan sektor pariwisata sehingga diperlukan kolaborasi dan pembelajaran dari daerah yang telah lebih dahulu mengembangkan destinasi wisata.

“Kalau teman-teman di luar Sorong, mungkin di Jawa, sudah berada di level yang mandiri dan maju. Kita ini baru mulai,” ujarnya.

Salah satu daerah yang menjadi perhatian dalam pengembangan kerja sama tersebut adalah Kabupaten Raja Ampat. Hendrik mengatakan pengalaman Raja Ampat dalam mengembangkan sektor pariwisata dapat menjadi salah satu referensi bagi Kabupaten Sorong.

“Kita akan terus berkolaborasi dengan teman-teman di Raja Ampat yang duluan lebih maju,” katanya.

Selain pemetaan destinasi, Pemerintah Kabupaten Sorong juga melihat potensi pengembangan wisata berbasis alam, seperti pengamatan burung (bird watching), wisata satwa liar dan wisata pantai.

Pengembangan sektor pariwisata tersebut diarahkan melalui peningkatan kapasitas SDM, pengelolaan destinasi oleh masyarakat, pemetaan potensi wisata, promosi dan penguatan kerja sama antardaerah.

Pemerintah Kabupaten Sorong berharap langkah tersebut dapat mendukung pengembangan destinasi wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata.