Panorama UMKM Malagusa 2026 Jadi Wadah Promosi dan Pengembangan Usaha


  • 19 
  • Friday, 18 September 2026 
  • Bara

Panorama UMKM Malagusa 2026 Jadi Wadah Promosi dan Pengembangan Usaha

SORONG — Panorama UMKM Malagusa 2026 menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan serta memasarkan produk kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membuka akses informasi mengenai perizinan, membangun jejaring usaha, dan memperkuat hubungan antara pelaku UMKM dengan pemerintah.


Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Lurah Malagusa, Kabupaten Sorong, itu diikuti oleh 15 pelaku UMKM. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sorong Marthen L. Pajala atau Marten Pajala, Kabid Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan Gihon N. Numberi, M.M., serta Kepala Kelurahan Malagusa Yuliance Yunita Bosom Ulim.


Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sorong, Marthen L. Pajala, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk mempromosikan dan menjual produk secara langsung kepada masyarakat.


Menurut dia, lokasi kegiatan yang berada di tempat strategis dan ramai diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan penjualan, dan berdampak pada peningkatan pendapatan.


“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah,” kata Marthen dalam sambutannya.


Ia mengatakan pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan UMKM melalui berbagai bentuk dukungan, termasuk bantuan modal serta sarana dan prasarana.


Selain mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, keberadaan UMKM juga dinilai memiliki peran dalam penyerapan tenaga kerja. Karena itu, kegiatan seperti Panorama UMKM tidak hanya menjadi ruang pameran produk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlangsungan usaha masyarakat.


Sementara itu, Kepala Kelurahan Malagusa, Yuliance Yunita Bosom Ulim, menjelaskan Panorama UMKM dirancang sebagai ruang pertemuan antara pelaku usaha dan masyarakat.


Menurut Yuliance, kegiatan tersebut tidak hanya menyasar pelaku UMKM yang sudah menjalankan usaha, tetapi juga masyarakat yang ingin memulai atau mengembangkan usaha namun masih membutuhkan informasi mengenai pemasaran, perizinan, dan akses usaha.


“Lewat kegiatan seperti ini, UMKM bisa saling mengenal, saling mendukung, dan memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.


Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga membuka ruang kolaborasi dengan instansi pemerintah. DPMPTSP dapat memberikan pelayanan dan informasi mengenai perizinan usaha, sedangkan BPS dapat memberikan pemahaman terkait pendataan ekonomi masyarakat, termasuk Sensus Ekonomi.


Aspek legalitas menjadi salah satu hal yang dinilai penting dalam pengembangan UMKM. Dengan memiliki legalitas dan perizinan sesuai ketentuan, pelaku usaha dapat mempersiapkan diri untuk mengembangkan pemasaran dan menjalin kemitraan dengan pihak lain.


Pada pelaksanaan awal, panitia menyediakan 15 kuota bagi pelaku UMKM. Peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 untuk tiga hari kegiatan, yang menurut penyelenggara digunakan untuk kebutuhan operasional kegiatan, seperti listrik dan penjagaan stan.


Yuliance mengatakan Panorama UMKM diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kali ini. Penyelenggara berencana menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda yang dapat dilaksanakan secara berkala, termasuk kemungkinan digelar setiap bulan.


Halaman Kantor Lurah Malagusa, kata dia, dinilai dapat dimanfaatkan sebagai salah satu ruang aktivitas ekonomi masyarakat.


Dengan konsep tersebut, Panorama UMKM Malagusa 2026 tidak hanya menjadi tempat transaksi produk, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran, memperoleh informasi, membangun jaringan, serta berinteraksi langsung dengan instansi yang berkaitan dengan pengembangan UMKM.